Jumat, 19 Februari 2016
Selasa, 25 Agustus 2015
Kanekes the Movie
Kanekes, bagi suku kami bukan hanya sebuah nama perkampungan atau sebuah nama sungai (Cikanekes) yang arusnya selalu tenang dan menghidupi.
Karena ayahku dan juga penduduk di kampungku kebanyakan akan sangat bangga menyebut diri kami sebagai orang kanekes dari pada sebagai orang baduy.
Di kanekeslah hampir semua kehidupan kami berjalan, dari tanahnya kami berladang dari airnya kami juga bersandar hidup. Pendeknya Kanekes seperti sebuah surga di bumi yang dianugerahkan tuhan kepada suku kami.
Arusnya yang tenang dan menghidupi, seperti itulah harapan ayahku kala memberiku sebuah nama KANEKES.
Tenang dan selalu menghidupi …yang tentu saja selalu menghidupi keluarga kami dan juga suku kami.
Senin, 23 Februari 2015
Proses menjadi orang bijac
Bernostalgia saat berkarya bersama dengan teman seperjuangan sungguh sangat indah untuk dikenang.
Dimana saat-saat itu telah menjadi sebuah bagian sejarah awal hidup kami dalam proses berkarya menjadi orang "Bijac"hingga sekarang ini.
Bill bijac (Desainer di Eztu Gelass Art)
KOES bijac. (Visual Art Teacher di Citra Kasih School /Blossom Int'l School)
Yul C bijac (ilustrator di penerbit zikrul)
Ali bijac (Ceo di ALanimasi Indonesia)
Zarky bijac (Komikus di Akademi Samali)
Duas bijac (ilustrator di Linier Media Kreasi)
Nantikan kemunculan para Bijac di pameran Restropektif Komik Indie "Neofotokopi" tanggal 7-15 mei 2015 di Gedung Bentara Budaya Jakarta...
Gambar dicopas dari koleksi Diyan bijac.
Sabtu, 31 Januari 2015
Kamis, 29 Januari 2015
Jumat, 26 Desember 2014
Minggu, 21 Desember 2014
TIPS ASIK
Buat kita-kita yang suka menulis atau menggambar dengan pensil
Mungkin pernah mengalami hal seperti ini, dimana pensil yang kita pakai hanya tersisa seperti gambar dibawah ini:
Atau seperti gambar ini:
Tentu sangat merepotkan,
bukan L….
Kalau kita masih punya stok
pensil tentu bukan hal yang merepotkan. Tinggal buang dan ganti dengan pensil
yang baru, beres seketika….tapi, ceritanya tentu akan lain kalau sebaliknya…J
Terus bagaimana kita
menyiasatinya?
Ada pengalaman yang saya
dapat saat bekerja bersama beberapa animator jepang, dimana kebiasaan ini
tidak pernah saya lihat, dan dipakai oleh orang Indonesia kebanyakan, rata-rata mereka para Animator Jepang tidak pernah membuang pensil yang di pakainya,
sebelum benar-benar tidak bisa dipakai
lagi…ko bisa ya?!
Ini dia triknya…perhatikan gambar
di bawah ini:
Gambar diatas, sebuah
alat penyambung pensil yang terbuat dari logam kaleng yang bisa dikunci, dengan
cara diputar, agar pensil tidak mudah lepas saat digunakan. Sayangnya alat sederhana
ini sangat susah didapat di Indonesia.
Tapi anda jangan putus asa…karena
disini saya akan memberikan beberapa tips yang diajarkan oleh animator jepang
kepada saya, yang tentunya masih saya pakai hingga saat ini.
Bila pensil yang anda gunakan
sudah sangat sulit untuk digunakan jangan dibuang dahulu, meskipun anda tidak
mempunyai alat seperti gambar diatas. Caranya?!...
Ini dia tipsnya:
-- Menyambung dengan
pensil yang baru, atau dengan pensil
yang sudah dipakai tetapi masih panjang dan enak buat dipakai, syaratnya pensil
penyambungnya harus sama bentuk diameter
sekelilingnya, agar berasa nyaman saat kita menggunakannya.
Lihat contoh gambar dibawah ini:
Untuk menyambung pensilnya,
anda bisa menggunakan lem power atau
yang lebih sederhana dengan menggunakan selotip,
dengan cara melilitkannya pada kedua ujung pensil yang hendak di sambung.
- Bisa juga dengan
mengunakan batang spidol bekas, apa
bila anda tidak mempunyai pensil yang sama model dan bentuknya.
Lihat contoh gambar di bawah
ini:
- Yang terakhir menyambung dengan cara lebih
sederhana lagi, menyambung pensil dengan
cara melilitkan /membungkus lembaran kertas
disekeliling pensil, dan agar tidak mudah lepas tempelkan lilitan selotip diatas lilitan kertas yg
membungkus batang pensil.
Lihat contoh gambar di bawah
ini:
Demikian tips asik ini….semoga bermanfaat…thk’s.
Ilustrasi: Hary Abri/Photo: Sukma Ramadhan.
Langganan:
Postingan (Atom)



































